16th December 2025

Organics Bali Resmikan Biogas Plant di Gunung Makmur Mill

 

Gunung Makmur Mill, 26 November 2025. PT Organics Bali bersama PT Karya Makmur Bahagia (Bumitama Gunajaya Agro/BGA Group) resmi menyelesaikan pembangunan fasilitas Methane Capture Plant (MCP) berbasis teknologi Biogas Co-Firing, yang kini telah mulai beroperasi. Fasilitas ini menjadi salah satu implementasi nyata pemanfaatan limbah cair POME (Palm Oil Mill Effluent) menjadi energi terbarukan, sekaligus mendukung agenda pengurangan emisi nasional serta roadmap transisi energi di industri kelapa sawit Indonesia.

Post Terbaru

Proses Konversi POME Menjadi Biogas

Pada fasilitas ini, limbah cair POME dari proses pengolahan kelapa sawit tidak langsung dibuang, melainkan diproses menjadi sumber energi. Tahapan pemrosesan dimulai dari pengkondisian POME, kemudian dialirkan menuju sistem Closed Lagoon Bio-Reactor (CLBR). Teknologi CLBR bekerja secara anaerobik dalam sistem tertutup, sehingga gas metana yang terbentuk dapat ditangkap secara optimal tanpa terlepas ke atmosfer.

Selama proses anaerobik berlangsung, kandungan organik dalam POME diurai oleh mikroorganisme menjadi biogas yang terdiri dari campuran metana (CH₄) dan karbon dioksida (CO₂). Hasil gas metana ini kemudian dikumpulkan, disalurkan, dan dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Pemanfaatan Biogas untuk Proses Burner

Berbeda dengan beberapa fasilitas biogas lain yang memfokuskan pemanfaatan biogas untuk pembangkitan listrik, proyek ini menerapkan pendekatan Co-Firing. Biogas yang dihasilkan dialirkan ke sistem burner untuk mendukung proses pembangkitan steam dalam pabrik kelapa sawit. Dengan teknologi ini, konsumsi bahan bakar konvensional dapat dikurangi secara signifikan, sekaligus memberikan efisiensi energi yang lebih baik dalam proses produksi

Berbeda dengan beberapa fasilitas biogas lain yang memfokuskan pemanfaatan biogas untuk pembangkitan listrik, proyek ini menerapkan pendekatan Co-Firing. Biogas yang dihasilkan dialirkan ke sistem burner untuk mendukung proses pembangkitan steam dalam pabrik kelapa sawit. Dengan teknologi ini, konsumsi bahan bakar konvensional dapat dikurangi secara signifikan, sekaligus memberikan efisiensi energi yang lebih baik dalam proses produksi

Proses Alir Pembangkit Biogas Penangkapan Metana di Gunung Makmur Mill

Proses penangkapan metana (methane capture) untuk Biogas Cofiring di PT Karya Makmur Bahagia – Gunung Makmur Mill dirancang untuk mengolah limbah cair pabrik kelapa sawit (POME wastewater) menjadi energi terbarukan berupa biogas. Diagram alir proses ini menunjukkan serangkaian tahapan pengolahan yang efisien, mulai dari input limbah hingga pemanfaatan gas dan penanganan efluen.

1. Pra-Pengolahan dan Pendinginan

Proses pengolahan dimulai dengan masuknya Limbah Cair POME. Limbah ini kemudian melewati WPS SCREEN (Penyaringan). Tujuannya adalah untuk memisahkan semua material padat kasar. Setelah penyaringan, limbah dialirkan ke CTU COOLING TOWER (Unit Menara Pendingin). Unit ini berfungsi menurunkan suhu limbah. Penyesuaian suhu dilakukan agar sesuai dengan persyaratan operasional unit pengolahan selanjutnya, khususnya proses fermentasi anaerobik.

2. Pengolahan dan Persiapan Gas di CSU

Air yang didinginkan dari CTU kini dialirkan ke CSU (Combine Structure Unit). Ini adalah sebuah sistem terpadu. Sistem ini terdiri dari beberapa fungsi vital. Di dalam CSU, terdapat unit CSU CO2 STRIPPER. Unit ini berperan penting dalam proses tersebut. Fungsinya adalah menghilangkan atau mengurangi kandungan gas CO2 dari aliran limbah.

Selain itu, terdapat CSU RECIRCULATION. Bagian ini memastikan pengembalian sebagian materi proses. Materi ini kembali ke PBR ANAEROBIC DIGESTER. Tujuannya adalah menjaga stabilitas dan efisiensi fermentasi. Terakhir, air yang sudah diolah akan melalui CSU OVERFLOW WATER. Jika air ini melewati batas ambang tertentu, maka akan dikeluarkan. Air tersebut menjadi TREATED DISCHARGE (Air Olahan yang Dibuang).

3. Jantung Proses Anaerobic Digester : Covered Lagoon Bio-Reactor 

Limbah yang telah melalui proses persiapan kini dialirkan ke PBR ANAEROBIC DIGESTER (Pome Biogas Reactor). Unit ini adalah inti dari seluruh proses. Di sini, bakteri anaerobik mengurai bahan organik dalam POME. Hasilnya adalah produksi biogas yang kaya akan metana. Selain itu, digester ini menghasilkan material sampingan berupa SLUDGE DISCHARGE (Lumpur). Lumpur ini dibuang setelah proses dewatering. Terakhir, unit ini juga menangani air limpasan dari area unit sebagai STORM WATER.

4. Pemanfaatan dan Pengamanan Biogas

Biogas yang dihasilkan dari PBR kini didistribusikan. Distribusi ini dilakukan melalui dua jalur utama. Pertama, sebagian besar gas disalurkan melalui GDU GAS DELIVERY UNIT (Unit Penyalur Gas). Gas ini selanjutnya akan digunakan sebagai bahan bakar di BOILER (ketel uap). Penggunaan ini memakai skema cofiring (pencampuran bahan bakar). Dengan demikian, biogas menggantikan sebagian bahan bakar fosil yang digunakan sebelumnya.

Sementara itu, untuk alasan keamanan, sistem dilengkapi BGF FLARE (Biogas Flare). Flare ini juga berfungsi menangani kelebihan produksi biogas. Biogas yang berlebih akan dibakar di suar tersebut. Pembakaran ini juga dilakukan pada saat terjadi kondisi darurat. Selain itu, sistem keselamatan memiliki EMERGENCY EXHAUST. Unit ini terhubung langsung dengan BGF FLARE. Tujuannya adalah untuk pembuangan gas yang cepat dan aman. Hal ini penting jika terjadi gangguan operasional.


Secara keseluruhan, alur proses ini menunjukkan komitmen kuat. Komitmen tersebut adalah mengelola limbah POME secara bertanggung jawab. Dengan demikian, proses ini mengubah limbah menjadi sumber energi bersih. Akhirnya, proses ini juga memastikan pembuangan limbah cair dan padat yang terkontrol.

Data Output Fasilitas

 

ParameterNilai
Produksi Biogas±30.558 Nm³/hari
Methane Captured±16.807 Nm³/hari
Thermal Power Equivalent6,96 MW
Potensi Listrik2,58 MW (estimasi apabila digunakan untuk pembangkitan listrik)
CO₂e Mitigated±327 ton/hari 
COD Removal±48 ton/hari

Selain digunakan untuk burner, fasilitas ini memiliki peluang pengembangan lebih lanjut menuju produksi biomethane dan Compressed Biomethane (CBM) sehingga dapat mendukung pasar energi rendah karbon di masa mendatang.

Transforming Palm Oil Mill Effluent into Renewable Energy & Carbon Credit Potential

Selaras dengan Agenda Energi dan Kebijakan Lingkungan

Pembangunan fasilitas ini mendukung berbagai target keberlanjutan, baik nasional maupun global, termasuk:

  • Program pemerintah menuju Net Zero Emission Indonesia 2060
  • Mandat pengurangan emisi GRK sektor sawit
  • Kebijakan transisi energi dalam agenda COP30 Brasil untuk sektor agroindustri

Selain manfaat teknis dan lingkungan, fasilitas MCP ini juga telah memenuhi persyaratan untuk pengajuan carbon credit, membuka potensi nilai tambah ekonomi melalui pasar karbon.

Pandangan dari BGA Group

Bagaimana kesan Bapak selama bekerja bersama Organics?

“Collaboration & Improvement menjadi strength dalam pembangunan Project Methane Capture Plant (MCP) Biogas Co-Firing dengan hasil yang positif dan memuaskan. Hal ini ditunjukkan melalui profesionalisme Organics yang berjalan secara konsisten dan akuntabel bersama tim BGA dalam memperhitungkan secara detail seluruh tahapan pekerjaan, dari perencanaan hingga implementasi.

Kami sangat menghargai komitmen Organics untuk memastikan proyek selesai tepat waktu dengan kualitas hasil yang optimal, bahkan melebihi ekspektasi awal kami.”

 

Apa harapan Bapak terhadap keberlanjutan fasilitas ini ke depan?

“Beroperasinya Methane Capture Plant (MCP) Biogas Co-Firing ini memperkuat posisi BGA sebagai pelopor industri kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia, khususnya dalam kemandirian energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK).

MCP ini telah dilengkapi dengan EnClosed Flare & Co-Firing yang memenuhi persyaratan untuk pengajuan carbon credit sehingga ke depannya fasilitas ini dapat melanjutkan fase masuk ke pasar karbon. Hal ini memberikan nilai tambah ekonomi, meningkatkan kredibilitas keberlanjutan, serta menjadi bagian dari kontribusi mitigasi perubahan iklim global.

Ke depan, teknologi ini diproyeksikan menjadi model percontohan untuk implementasi teknologi hijau di unit-unit operasional BGA lainnya.”

— Rieza Rakhman
Project Planning and Development Department Head Bumitama Gunajaya Agro

Dengan beroperasinya Methane Capture Plant ini, Organics Bali dan BGA Group menegaskan komitmen terhadap penerapan energi terbarukan serta pengurangan jejak karbon di industri kelapa sawit Indonesia. Fasilitas ini tidak hanya memberikan manfaat operasional dan lingkungan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung industri yang lebih rendah emisi, berkelanjutan, dan selaras dengan standar energi hijau global.

Work With Experts in Waste to Energy Project – Contact Us Now!